Dalam tradisi Jawa, jodoh bukan hanya soal kecocokan perasaan. Banyak keluarga Jawa sejak dulu turut mempertimbangkan weton jodoh sebelum seorang pasangan melangkah ke jenjang pernikahan. Meskipun cara ini bersifat tradisional, banyak orang tetap merasa hasilnya sering mencerminkan realita hubungan. Oleh karena itu, memahami weton jodoh bisa membantu Anda melihat gambaran hubungan dari sudut pandang budaya yang menarik.
Selain itu, primbon tidak pernah dipakai untuk menentukan nasib seseorang secara mutlak. Namun, primbon memberikan panduan dan gambaran umum agar pasangan bisa saling melengkapi meskipun karakter mereka berbeda. Karena itulah banyak orang Jawa masih menggunakan hitungan weton sampai sekarang.
Apa Itu Weton Jodoh dalam Primbon?
Weton jodoh adalah kombinasi neptu weton pria dan wanita yang kemudian ditafsirkan menurut primbon Jawa. Dari hitungan neptu tersebut, muncul kategori-kategori tertentu seperti rukun, pegat, jodoh, topong, tinari, dan sebagainya. Masing-masing kategori memberikan gambaran apakah hubungan cenderung harmonis atau justru membutuhkan perhatian lebih.
Menariknya, setiap kategori tidak hanya menilai hubungan secara positif atau negatif. Sebaliknya, primbon memberikan panduan bagaimana sebuah pasangan bisa menghadapi tantangan. Dengan begitu, pasangan tidak hanya melihat sisi kekurangan, tetapi juga potensi kekuatan hubungan mereka.
Cara Menghitung Weton Jodoh Menurut Primbon
Untuk mulai menghitung weton jodoh, Anda perlu mengetahui dua hal dari masing-masing orang:
- Hari lahir
- Pasaran Jawa
Setelah itu, lihat neptu hari dan neptu pasaran masing-masing, kemudian jumlahkan. Misalnya:
Laki-laki: Kamis Legi (8 + 5 = 13)
Perempuan: Sabtu Pon (9 + 7 = 16)
Total neptu jodoh = 13 + 16 = 29
Setelah mendapatkan total neptu, barulah dicocokkan dengan kategori primbon. Masing-masing kategori membawa makna tertentu yang menggambarkan perjalanan hubungan pasangan tersebut.
Makna Kategori Weton Jodoh dalam Primbon Jawa
Di bawah ini adalah beberapa kategori weton jodoh yang paling sering digunakan dalam primbon:
- Pegat: hubungan penuh tantangan, perlu saling memahami dan mengalah.
- Ratu: hubungan harmonis, umumnya membawa keberuntungan.
- Jodoh: pasangan sangat cocok, saling melengkapi.
- Topo: hubungan penuh ujian, tetapi bisa kuat bila pasangan saling mendukung.
- Tinari: membawa rezeki, cukup beruntung dalam banyak hal.
- Padu: sering ada perbedaan pendapat, namun bisa stabil bila saling mengerti.
- Sujanan: rawan konflik jika komunikasi kurang baik.
Secara garis besar, kategori weton memberikan gambaran apakah hubungan lebih mudah dijalani atau memerlukan usaha ekstra. Namun, pada akhirnya hubungan tetap berhasil jika kedua pasangan bekerja sama dan saling menghargai.
Apakah Weton Jodoh Bisa Dijadikan Patokan?
Meskipun primbon memberikan gambaran cukup detail, weton jodoh tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar dalam memilih pasangan. Banyak pasangan yang tetap hidup bahagia meskipun hasil wetonnya kurang ideal. Oleh karena itu, weton sebaiknya dijadikan bahan pertimbangan, bukan keputusan final.
Selain itu, primbon juga menekankan bahwa sikap, komunikasi, dan komitmen jauh lebih berpengaruh terhadap keberhasilan hubungan. Dengan kata lain, weton membantu memberi gambaran, tetapi Anda tetap menentukan arah hubungan sendiri.

