Masyarakat Jawa sejak dulu menggunakan weton sebagai pedoman untuk memilih hari yang dianggap membawa keberuntungan. Mereka percaya setiap weton membawa energi tertentu yang dapat selaras atau bertentangan dengan hari yang dipilih. Karena itu, banyak orang memakai perhitungan hari baik berdasarkan weton saat merencanakan acara penting, seperti pernikahan, pindah rumah, hingga memulai usaha.

Selain mengikuti tradisi, banyak orang merasa lebih mantap ketika memilih hari yang selaras dengan weton mereka. Mereka ingin menjalankan kegiatan besar dengan perasaan tenang. Tradisi ini akhirnya bertahan karena memberikan rasa percaya diri sekaligus panduan yang cukup jelas dalam menentukan hari baik.

Mengapa Weton Digunakan untuk Memilih Hari Baik?

Primbon Jawa menjelaskan bahwa setiap weton memiliki energi bawaan dari hari dan pasaran kelahiran. Energi tersebut bisa cocok atau justru berbenturan dengan energi hari tertentu. Oleh karena itu, masyarakat Jawa mencoba mencocokkan weton pemilik hajat dengan hari yang ingin dipilih agar kegiatan berjalan mulus.

Selain itu, menggunakan weton membantu seseorang mengurangi keraguan. Ketika mereka menemukan hari yang dianggap cocok, mereka bisa mempersiapkan acara dengan lebih yakin. Tradisi ini akhirnya menjadi panduan yang dirasa membantu, terutama ketika seseorang menghadapi keputusan besar.

Dasar Perhitungan Hari Baik Menurut Weton

Untuk menentukan hari baik, seseorang menghitung neptu weton terlebih dahulu. Neptu berasal dari nilai angka hari dan pasaran Jawa. Setelah menjumlahkan keduanya, seseorang dapat membandingkan hasilnya dengan neptu hari yang ingin dipakai.

Berikut langkah-langkah yang biasanya digunakan:

  • Mengetahui weton pemilik hajat.
  • Menghitung neptu hari dan neptu pasaran.
  • Mendapatkan total neptu weton.
  • Membandingkan neptu weton dengan neptu hari yang direncanakan.
  • Melihat hasilnya dalam kategori primbon (baik, sedang, atau berat).

Dengan mengikuti langkah di atas, seseorang bisa melihat hari yang dianggap tepat menurut tradisi. Walaupun langkahnya sederhana, banyak orang tetap merasakan manfaatnya sebelum memilih tanggal penting.

Contoh Perhitungan Hari Baik Berdasarkan Weton

Berikut contoh agar Anda memahami alurnya dengan lebih jelas. Misalnya seseorang memiliki:

Weton: Kamis Legi → 8 + 5 = 13
Total neptu: 13

Setelah itu, ia memilih tanggal tertentu. Ia kemudian melihat neptu hari tersebut, menjumlahkannya dengan neptu pasaran, lalu mencocokkannya dengan kategori primbon. Jika hasilnya selaras, ia bisa menggunakan hari itu. Sebaliknya, jika tidak cocok, ia bisa mencari tanggal lain yang lebih sesuai.

Mengapa Banyak Orang Tetap Memilih Hari Baik?

Banyak keluarga Jawa memilih hari baik karena mereka ingin menjalankan kegiatan besar dengan penuh keyakinan. Selain itu, mereka percaya bahwa hari yang selaras dengan weton dapat membawa kelancaran, rezeki, serta menghindarkan hambatan yang tidak diinginkan.

Selain alasan spiritual, menentukan hari baik juga menunjukkan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Meskipun hidup modern terus berubah, tradisi ini tetap melekat karena memberi rasa aman sebelum seseorang melangkah.

FAQ – Hari Baik Berdasarkan Weton

Apakah menentukan hari baik wajib dilakukan?
Tidak. Banyak orang hanya menggunakan tradisi ini sebagai panduan tambahan sebelum mengambil keputusan besar.
Apakah perhitungan hari baik selalu akurat?
Hari baik memberikan panduan menurut primbon. Keberhasilan acara tetap ditentukan oleh persiapan dan usaha Anda.
Bagaimana cara menentukan hari baik tanpa menghitung manual?
Anda bisa menggunakan kalkulator weton online untuk mendapatkan hasil otomatis dan cepat.


Copyright © 2025 NgeTools.id | All Rights Reserved

Scroll to Top